Interaksi yang dilakukan
oleh manusia di segala penjuru dunia telah mengakibatkan bercampurnya atau
berbaurnya kebudayaan pendatang dengan kebudayaan asli. Sudah sejak lama,
manusia di dunia melakukan perjalanan jarak jauh mengelilingi dunia dengan
tujuan melakukan penyebaran agama, mencari sumber daya alam, daerah jajahan,
dan yang lainnya.
Dengan adanya migrasi
(perpindahan manusia dari daerah satu ke daerah lain) tersebut, maka terjadilah
proses difusi, akulturasi, asimilasi, dan penetrasi budaya. Wiliam A. Haviland,
beliau mengatakan bahwa difusi adalah penyebaran kebiasaan atau sistem adat
istiadat dari kebudayaan yang satu kepada kebudayaan yang lain.
Pada saat ini budaya asing
yang masuk ke Indonesia adalah budaya barat. Budaya Barat masuk ke Indonesia
dimulai sejak zaman penjajahan Belanda, hingga saat ini. Kita sebagai bangsa ketimuran ataupun para
generasi penerus bangsa Indonesia hendaknya bersikap kritis dan bijaksana dalam
menerima pengaruh budaya Barat yang masuk ke sendi – sendi kehidupan bangsa
Indonesia.
Nilai - niai budaya Barat
itu ada yang positif, akan tetapi ada pula yang negatif dan bertentangan dengan
nilai - nilai budaya nasional yang kita anut sebagai bangsa ketimuran. Nilai nilai
budaya barat mengedepankan tentang liberalisme
(Kebebasan), kebebasan dalam hal apapun dari setiap sendi sendi kehidupan
yang ada.
Budaya barat
yang masuk ke Indonesia membawa dampak yang cukup signifikan. Hampir semua lini
kehidupan berbangsa kita (Indonesia) telah terdampak budaya barat yang masuk.
Dimulai dari segi ekonomi, hukum, pendidikan, sosial budaya, sumber daya
manusia (SDM) dan masih banyak lagi.
Mari sejenak
kita melihat dampak apa saja yang timbul dari budaya barat yang masuk ke negeri
Katulistiwa ini. Seperti yang telah saya utarakan diatas, maka akan kita mulai
dengan dampak yang positif terlebih dahulu. Dampak positif masuknya budaya
asing ke Indonesia adalah sebagai berikut :
·
Tercapainya keadaan masyarakat yang lebih sejahtera
·
Meningkatnya mode transportasi dan komunikasi
·
Menumbuhkan dinamika yang terbuka dan tanggap terhadap
unsur – unsur pembaruan
·
Menumbuhkan SDM yang beretos kerja tinggi
·
Kemajuan Ilmu teknologi yang mempercepat pembangunan
·
Tercapainya kemajuan kebudayaan bangsa
Sedangkan dampak negatif dari masuknya
budaya asing ke Indonesia adalah sebagai berikut :
·
Memudarnya pengetahuan tradisional
·
Terjadinya kegoncangan budaya (cultural shock)
·
Terjadinya ketimpangan budaya (cultural lag)
·
Memudarnya sistem kepercayaan
·
Munculnya kesenjangan sosial
·
Melemahnya etos kerja tradisional
·
Meningkatnya angka kriminalitas dan kenakalan remaja
·
Terjadinya pergeseran nilai nilai budaya yang menimbulkan
anomi, yaitu suatu keadaan tanpa
nilai karena nilai dan norma lama telah ditinggalkan, sedangkan nilai dan norma
baru belum terbentuk.
Kemudian mari
sejanak kita melihat fenomena yang terjadi di masyarakat kita saat ini, di bidang
IPTEK misalnya. Kita bisa melihat atau mungkin juga langsung merasakan bahwa
semakin menjamurnya kurikulum pendidikan yang semakin membaik dari hari ke hari
yang dimana siswa kini dituntut lebih aktif dan teknologi yang kita ibaratkan
setiap detik, menit, jam, hari, bulan, dan tahun semakin meningkat kualitas dan
kecanggihannya. Teknologi yang tak mengenal teritori (batas wilayah), tak membeda bedakan
suku A dan suku B yang semuanya berasaskan kebebasan.
Dari segi hukum
kita melihat sistem Demokrasi merupakan salah satu hasilnya. Sistem sistem
perundang – undangan yang ada di Indonesia merupakan warisan dari sistem
Belanda sewaktu menjabat menjadi PENJAJAH di Indonesia. Kemudian kita
melirik kepada keadaan
generasi penerus bangsa ini, yakni para pemudanya. Banyak dari anak muda bangsa
ini kini konon
katanya trend mode terbaru padahal itu hanya membalik ke zaman flingstone, mulai dari cara
berpakaiannya hingga cara mendapat pasangan. Cara berpakaiannya yang compang
camping seadanya, cara mendapat pasangan yang hanya mengandalkan nafsu belaka
tanpa ada rasa hormat yang penting nikmat, pahit terasa langsung sikat main
minggat. DR. Wahyu kepala forensik RSUD Dr. Moewardi mengatakan bahwa “kasus
kenakalan remaja (aborsi) di kota solo terbanyak adalah dari indekos belakang salah
satu kampus terkenal di kota Bengawan ini.”
Segi ekonomi
mari sejenak menelaahnya. BUMN (Badan Usaha Milik Negara) yang seharusnya benar
benar milik negara, kini bisa menjadi kaki tangan orang asing karena PMA (Penanaman Modal
Asing) yang diberlakukan di Indonesia mencapai 90 %. Ini adalah kembali salah
satu dampak masuknya budaya asing ke Indonesia yang membebaskan siapapun untuk bergerak
bebas tanpa batas.
Maka
mari kita bersikap kritis terhadap masuknya budaya asing ke Indonesia dengan
meningkatkan keimanan kita terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Mari kita mulai dari
sendiri kemudian kita sebarkan virus virus cinta terhadap budaya bangsa dengan
sikap yang sopan dan kesatria, untuk memajukan dan mempercantik budaya asli
Indonesia tanpa melupakan pesatnya peradaban dunia nyata.
0 komentar:
Posting Komentar